hi there! apakah judul postingan gue ini salah? tentu tidak! gue dari dulu bercita - cita jadi dokter. klise. karena setiap orang pasti pernah terbersit untuk menekuni profesi ini, walau hanya pada masa kanak - kanak saja. karena hampir semua anak kecil pernah bercita - cita jadi dokter. perhatikan: hampir semua! dan ironisnya, hampir semua orangtua ingin anak mereka menjadi dokter.
ini juga yang terjadi pada gue. dari masa kanak - kanak sampai jamannya remaja labil SMA, kalo ditanya cita - cita, jawaban gue selalu konstan, gue pengen jadi dokter! ada yang salah? nggak! karena setiap orang berhak mempunyai cita - cita setinggi langit!
tahun ini, gue sudah mencoba sejumlah ujian masuk perguruan tinggi negeri:
>> ujian masuk bersama, yang gue ambil waktu itu:
1. pendidikan dokter USU
2 & 3. kesehatan masyarakat UI dan USU
hasil: NIHIL!
>>SNMPTN:
1&2. Pendidikan Dokter UNAND san UR
3. akuntansi UR
hasil: lulus di pilihan ke-3: Akuntansi UR
>>Ujian Jalur Mandiri UNAND
1. Pendidikan Dokter Mandiri
2. Farmasi Mandiri
hasil: lulus di pilihan ke-2: Farmasi Mandiri
masih ada sih 2 ujian lagi yang gue coba, tapi nggak ngambil kedokteran..
>>SIMAK UI
1. kedokteran gigi; yang ini agak nyambung sama kedokteran umum
2. teknik industri
3. ilmu administrasi fiskal
hasil: NIHIL
>>KDSI UI
teknik sipil
hasil: NIHIL
see? dari semua pilihan yang ada pendidikan dokternya, nggak satupun yang lulus. hasilnya selalu melenceng. mungkin tahun ini memang nggak ada rezeki gue jadi dokter. tahun depan? why not? who knows siapa tau tahun depan gue lulus FK UI? hahaha Amiin Yaa Allah...
dan sekarang gue terjebak di dua pilihan. akuntansi UR dan Farmasi Mandiri UNAND. dua - duanya sama bagusnya. gimana nih?
Kamis, Juli 29, 2010
Rabu, Juli 28, 2010
:'(
gue udah kalah... gue udah habis terkubur. walaupun jalan hidup seharusnya masih panjang, tapi gue udah nggak bisa berharap lagi. sekarang yang bisa gue ucapkan cuma selamat tinggal :')
karena langit telah berpaling dari malam
karena langit telah menemukan siang
yang jelas sudah lebih terang
yang jelas sudah tidak menakutkan
yang jelas sudah dapat diandalkan
maka sang malam hanya menangis ditinggal langit
tak ada teman
hanya temaram
ketakutan
mencekam
maka malam perlahan mati...
p.s. kini jelas sudah jalan telah berbeda. selamat tinggal kamu yang dulu :') selamanya aku tetap akan menyimpan rasa ini untuk diriku sendiri. tertanam jelas di hatiku, pikiranku, jiwaku.
Selasa, Juli 27, 2010
lagi dan lagi tentang kuliah
hi there! udah larut ya? masih belum ngantuk nih gue... oh ya, setelah beberapa lama tertunda, akhirnya gue menyelesaikan membaca buku Bumi Cinta-nya Kang Abik. tak henti - hentinya gue rekomendasiin buku ini. membangun jiwa banget! ayo baca! hahaha.. :D
dua hari yang lalu gue udah menyelesaikan tes Jalur Mandiri gue di Universitas Andalas, Padang. gue mengambil fakultas kedokteran, fakultas impian gue. gue sadar mungkin usaha gue kurang maksimal dalam mewujudkan cita - cita, tapi gue sangat berharap hasilnya sesuai dengan keinginan gue, orangtua, dan semua orang yang telah mendukung gue. Amiin Ya Allah... :') kabulkan permohonan terbesar hamba saat ini, Ya Allah..
oh ya, sekian hari di Padang, bohong kalau gue mengatakan gue nggak was-was sama sekali. gue memikirkan gempa bumi berulang - ulang. dan benar saja, hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010, tepatnya pukul 8 malam gue merasakan gempa di bumi Padang ini. gue takut sekali, walaupun gempanya tidak besar atau mungkin sangat kecil. taoi lalu gue sadar, jika ajal menjeput maka gue akan tetap mati walau nggak ada gempa atau bencana sekalipun. semuanya sudah diatur oleh Allah, Tuhan seru sekalian alam. so, no doubt! gue tetap ingin melanjutkan pedidikan di kota Padang. semuanya kini ada di tangan Allah. semoga Allah memang menggariskan gue sebagai warga Padang, Amiin..
fenomena alam yang sudah sangat sering terjadi membangkitkan alam kenangan gue ke masa kanak-kanak. dimana gunung adalah pemandangan alam yang sangat digemari anak - anak. tak ayal gue, dan kita semua selalu menggambar gunung ketika kita diminta bu guru untuk menggambat pemandangan. tapi kini setelah dewasa kita justru sangat takut kepada gunung yang tidak lain merupakan salah satu pemicu gempa. apa yang salah dengan gunung? kita tidak seharusnya takut. kita takut karena kita merasa dosa terlalu banyak menghimpit kita. maka kepada siapa kita seharudnya mohon ampun? gunung? bukan! semata - mata kepada Allah 'azza wa jalla. so, kenapa harus takut tinggal di Padang? kenapa harus takut kuliah di Padang? gue sedang meyakinkan diri sendiri... gue adalah hamba Allah, maka seharusnya hanya takut kepada Allah. Ya Allah, jadikanlah aku selalu berada di jalan-Mu. luruskan aku jika hamba-Mu ini berbelok ke arah yang salah. Amiin... :)
dua hari yang lalu gue udah menyelesaikan tes Jalur Mandiri gue di Universitas Andalas, Padang. gue mengambil fakultas kedokteran, fakultas impian gue. gue sadar mungkin usaha gue kurang maksimal dalam mewujudkan cita - cita, tapi gue sangat berharap hasilnya sesuai dengan keinginan gue, orangtua, dan semua orang yang telah mendukung gue. Amiin Ya Allah... :') kabulkan permohonan terbesar hamba saat ini, Ya Allah..
oh ya, sekian hari di Padang, bohong kalau gue mengatakan gue nggak was-was sama sekali. gue memikirkan gempa bumi berulang - ulang. dan benar saja, hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010, tepatnya pukul 8 malam gue merasakan gempa di bumi Padang ini. gue takut sekali, walaupun gempanya tidak besar atau mungkin sangat kecil. taoi lalu gue sadar, jika ajal menjeput maka gue akan tetap mati walau nggak ada gempa atau bencana sekalipun. semuanya sudah diatur oleh Allah, Tuhan seru sekalian alam. so, no doubt! gue tetap ingin melanjutkan pedidikan di kota Padang. semuanya kini ada di tangan Allah. semoga Allah memang menggariskan gue sebagai warga Padang, Amiin..
fenomena alam yang sudah sangat sering terjadi membangkitkan alam kenangan gue ke masa kanak-kanak. dimana gunung adalah pemandangan alam yang sangat digemari anak - anak. tak ayal gue, dan kita semua selalu menggambar gunung ketika kita diminta bu guru untuk menggambat pemandangan. tapi kini setelah dewasa kita justru sangat takut kepada gunung yang tidak lain merupakan salah satu pemicu gempa. apa yang salah dengan gunung? kita tidak seharusnya takut. kita takut karena kita merasa dosa terlalu banyak menghimpit kita. maka kepada siapa kita seharudnya mohon ampun? gunung? bukan! semata - mata kepada Allah 'azza wa jalla. so, kenapa harus takut tinggal di Padang? kenapa harus takut kuliah di Padang? gue sedang meyakinkan diri sendiri... gue adalah hamba Allah, maka seharusnya hanya takut kepada Allah. Ya Allah, jadikanlah aku selalu berada di jalan-Mu. luruskan aku jika hamba-Mu ini berbelok ke arah yang salah. Amiin... :)
Kamis, Juli 22, 2010
kuliah oh kuliah
hi there! hari ini gue cuman mau bilang, gue udah resmi sebagai MAHASISWA! kenapa? karena gue udah punya KTM alias Kartu Tanda Mahasiswa. hehehe :D gue udah tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Riau :)
but, seperti yang gue bilang kemaren, selagi kesempatan untuk jadi dokter masih ada, WHY NOT?! gue nya SANGAT mau dan keluarga juga SANGAT mendukung. jadilah besok gue Insya Allah berangkat ke Padang. rencananya sih bareng mama, uti dan odi *mysiblings*, dan mama uda. hehehe...
Ya Allah, semoga apa yang gue dan semua keluarga gue cita - citain bisa terwujud. jadikanlah fakultas kedokteran Unand halal bagi hamba dan merupakan rezeki yang Engkau ridhoi bagi hamba, Ya Rabb. Aamiiin... ini perjuangan terakhir gue! insya Allah the last but noy least... gue mau buktiin kalo lirik lagu Bondan itu bukan firasat, melainkan motivasi! semoga!
maka dengan segala kerendahan hati, gue memohon izin untuk mengubah sedikit lirik lagu Ya Sudahlah, yang sangat mengena di hati gue. gue mohon maaf pada penciptanya sebelum dan sesudahnya. niat gue bukan ngerusak copyright, kok! cuman ingin sedikit melecut semangat saja.
ayo semuanya! lagu ini bagus banget buat melatih keikhlasan dan dijadiin motivasi untuk bangkit dari keterpurukan!
p.s. semoga besok gue dan keluarga selamat di perjalanan, Ya Allah... Amiin :)
but, seperti yang gue bilang kemaren, selagi kesempatan untuk jadi dokter masih ada, WHY NOT?! gue nya SANGAT mau dan keluarga juga SANGAT mendukung. jadilah besok gue Insya Allah berangkat ke Padang. rencananya sih bareng mama, uti dan odi *mysiblings*, dan mama uda. hehehe...
Ya Allah, semoga apa yang gue dan semua keluarga gue cita - citain bisa terwujud. jadikanlah fakultas kedokteran Unand halal bagi hamba dan merupakan rezeki yang Engkau ridhoi bagi hamba, Ya Rabb. Aamiiin... ini perjuangan terakhir gue! insya Allah the last but noy least... gue mau buktiin kalo lirik lagu Bondan itu bukan firasat, melainkan motivasi! semoga!
maka dengan segala kerendahan hati, gue memohon izin untuk mengubah sedikit lirik lagu Ya Sudahlah, yang sangat mengena di hati gue. gue mohon maaf pada penciptanya sebelum dan sesudahnya. niat gue bukan ngerusak copyright, kok! cuman ingin sedikit melecut semangat saja.
"ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud... Ya kejarlah!"
ayo semuanya! lagu ini bagus banget buat melatih keikhlasan dan dijadiin motivasi untuk bangkit dari keterpurukan!
p.s. semoga besok gue dan keluarga selamat di perjalanan, Ya Allah... Amiin :)
Rabu, Juli 21, 2010
Bumi Cinta
hi there! hahaha *LOL* ini postingan ke tiga gue hari ini. dan kenapa judulnya ini? kenapa judulnya mirip judul novel seseorang? tidak takutkah gue orang ini nanti akan meminta royalti?
yes! ini emang judul buku terbarunya novelis no.1 di Indonesia *bahkandiduniamenurutgue*, Habiburrahman El Shirazy a.k.a Kang Abik, Bumi Cinta. dan gue tidak takut dimintai royalti karena niat gue semata hanya mempromosikan novel yang Subhanallah bagusnya. mungkin gue basi karena baru punya novel ini sekarang, tapi gue senang dan bangga karena telah memiliki novel ini. gue cintaaaaaa sekali pada novel ini. padahal gue belum ada setengah membacanya! hwaaa, bagus BANGET!
ceritanya lagi - lagi tentang mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. kali ini sosok itu adalah seorang pemuda yang sedang melakukan penelitian magisternya ke luar negeri, dibidang sejarah, yang Insya Allah sangat beriman bernama Ayyas, Muhammad Ayyas. bedanya, setting nya kali ini tidak di negara berlatarkan Islam seperti Mesir, Indonesia, atau India. tapi RUSIA! negara komunis yang kejam *rezim Lenin dan Stalin* dan penganut free sex terbesar di dunia. bahkan negara ini didaulat lebih bebas daripada negara liberalis sekelas Amerika. sungguh besar ujian keimanan mu Ayyas!
gue emang belum menamatkan novel ini, tapi suasananya sungguh sangat memengaruhi dan merasuki gue. Saluuuuut! kalau Kang Abik belum pernah ke Rusia, gue sangat salut karena detilnya beliau menggambarkan negara ini. lokasi, bahkan suasananya. kalau Kang Abik pernah ke Rusia, gue tetap salut membayangkan bagaimana ujian keimanan sangat dahsyat di negara ini sebagaimana digambarkan Kang Abik dalam bukunya. Subhanallah...
gue sangat rekomendasiin Bumi Cinta ini bagi para penikmat novel dan cerita fiksi. BAGUS BANGET!!! nggak cuma kisah cinta, penggugah iman dan taqwa, buku ini juga versi lain dari buku sejarah yang Insya Allah terpercaya dan tidak membosankan!
yes! ini emang judul buku terbarunya novelis no.1 di Indonesia *bahkandiduniamenurutgue*, Habiburrahman El Shirazy a.k.a Kang Abik, Bumi Cinta. dan gue tidak takut dimintai royalti karena niat gue semata hanya mempromosikan novel yang Subhanallah bagusnya. mungkin gue basi karena baru punya novel ini sekarang, tapi gue senang dan bangga karena telah memiliki novel ini. gue cintaaaaaa sekali pada novel ini. padahal gue belum ada setengah membacanya! hwaaa, bagus BANGET!
ceritanya lagi - lagi tentang mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. kali ini sosok itu adalah seorang pemuda yang sedang melakukan penelitian magisternya ke luar negeri, dibidang sejarah, yang Insya Allah sangat beriman bernama Ayyas, Muhammad Ayyas. bedanya, setting nya kali ini tidak di negara berlatarkan Islam seperti Mesir, Indonesia, atau India. tapi RUSIA! negara komunis yang kejam *rezim Lenin dan Stalin* dan penganut free sex terbesar di dunia. bahkan negara ini didaulat lebih bebas daripada negara liberalis sekelas Amerika. sungguh besar ujian keimanan mu Ayyas!
gue emang belum menamatkan novel ini, tapi suasananya sungguh sangat memengaruhi dan merasuki gue. Saluuuuut! kalau Kang Abik belum pernah ke Rusia, gue sangat salut karena detilnya beliau menggambarkan negara ini. lokasi, bahkan suasananya. kalau Kang Abik pernah ke Rusia, gue tetap salut membayangkan bagaimana ujian keimanan sangat dahsyat di negara ini sebagaimana digambarkan Kang Abik dalam bukunya. Subhanallah...
gue sangat rekomendasiin Bumi Cinta ini bagi para penikmat novel dan cerita fiksi. BAGUS BANGET!!! nggak cuma kisah cinta, penggugah iman dan taqwa, buku ini juga versi lain dari buku sejarah yang Insya Allah terpercaya dan tidak membosankan!
S to the N to the M to the P to the T to the N = SNMPTN
hi there! euphoria SNMPTN sebagaimana yang gue dan kita semua tau udah berakhir. so the result is.. you've got it atau you've passed it. nggak sedikit yang lulus SNMPTN dan sangat banyak sekali yang lulus. ada ekspresi menangis, tertawa, kecewa. dan ada yang tertawa, sedikit kecewa, lalu menangis sebentar. persis seperti yang gue alami!
Alhamdulillah gue termasuk peserta yang diberi berkah oleh Allah sebagai salah satu dari yang lulus di SNMPTN. gue tertawa karena untuk lulus, perlu perjuangan yang berat dan mental ikut tes yang terlatih, dan nggak sampai SEBAGIAN dari peserta SNMPTN yang merasakan kebahagiaan kelulusan. gue agak kecewa, karena rezeki yang diberikan Allah melalui usaha gue hanya sampai di pilihan ke-3, Akuntansi - Fakultas Ekonomi Universitas Riau. dimana gue berarti belum rezeki dan belum jodoh untuk menjadi seorang dokter seperti yang selama ini gue cita-citakan. dan gue sempat menangis sebentar dalam sujud ketika gue bersyukur telah diberi kesempatan untuk kuliah tahun ini dan melepaskan sedikit kesedihan karena tidak lulus di fakultas yang gue impikan.
lagu itu seakan menjadi firasat bagi gue. ya sudahlah, toh gue tetap bisa sukses dengan menjadi akuntan. semua tergantung dengan usaha dan doa gue. chayo!
lalu kesempatan untuk menjadi dokter seakan masih terbuka bagi gue. jalur mandiri unand, padang, fakultas kedokteran. ujian masih harus gue tempuh! gue tergiur untuk tetap mencoba. keluarga pun mendukung. maka gue ambillah kesempatan ini. eit, tapi rezeki yang udah gue terima nggak gue mubadzir-in gitu aja. akuntansi unri itu tetap gue ambil.
jadi, kesimpulannya gue nggak menyia - nyiakan rezeki yang udah gue dapat, dan gue nggak menyia - nyiakan kesempatan dan peluang yang masih ada. bener, nggak?
Alhamdulillah gue termasuk peserta yang diberi berkah oleh Allah sebagai salah satu dari yang lulus di SNMPTN. gue tertawa karena untuk lulus, perlu perjuangan yang berat dan mental ikut tes yang terlatih, dan nggak sampai SEBAGIAN dari peserta SNMPTN yang merasakan kebahagiaan kelulusan. gue agak kecewa, karena rezeki yang diberikan Allah melalui usaha gue hanya sampai di pilihan ke-3, Akuntansi - Fakultas Ekonomi Universitas Riau. dimana gue berarti belum rezeki dan belum jodoh untuk menjadi seorang dokter seperti yang selama ini gue cita-citakan. dan gue sempat menangis sebentar dalam sujud ketika gue bersyukur telah diberi kesempatan untuk kuliah tahun ini dan melepaskan sedikit kesedihan karena tidak lulus di fakultas yang gue impikan.
"ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud... ya sudahlah" ~Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black - Ya Sudahlah
lagu itu seakan menjadi firasat bagi gue. ya sudahlah, toh gue tetap bisa sukses dengan menjadi akuntan. semua tergantung dengan usaha dan doa gue. chayo!
lalu kesempatan untuk menjadi dokter seakan masih terbuka bagi gue. jalur mandiri unand, padang, fakultas kedokteran. ujian masih harus gue tempuh! gue tergiur untuk tetap mencoba. keluarga pun mendukung. maka gue ambillah kesempatan ini. eit, tapi rezeki yang udah gue terima nggak gue mubadzir-in gitu aja. akuntansi unri itu tetap gue ambil.
jadi, kesimpulannya gue nggak menyia - nyiakan rezeki yang udah gue dapat, dan gue nggak menyia - nyiakan kesempatan dan peluang yang masih ada. bener, nggak?
it's raining!
hi there! hujan udah mulai reda -dan insya Allah bakal reda- saat gue memposting ini. haaah, udah berapa lama ya hujan turun? gue nggak tau dan nggak kepikiran buat menghitung waktu yang udah gue habisin dalam gegap gempita hujan. swear, nggak bohong! suasana hujan kali ini emang gegap gempita buat gue, dan khususnya orang - orang lainnya yang satu rukun tetangga a.k.a RT sama gue.
hujan deras dan runtut kayak gini bukan yang pertama kali gue rasain. tapi yang kali ini beda. gue sedang menghabiskan waktu membaca novel baru gue, ehem, yang judulnya Bumi Cinta, karya terbarunya Kang Abik, ketika adek nomor 2 gue memanggil gue. ternyata dia sedang membantu mama ngeberesin ruang tamu yang udah dirembes sama air hujan. maka tanpa diminta pun gue turut membantu dan jadilah kami sekeluarga bahu membahu mengusir rembesan air hujan yang nyelonong di ruang tamu rumah gue. Alhamdulillah sofa dan semua barang di ruang tamu udah diungsiin ke ruang shalat. Alhamdulillah juga ruang tamu rumah gue yang merangkap garasi motor itu juga nggak terlalu banyak barangnya. mungkin karena nyokap udah ngewanti-wanti kalo banjir kayak gini bakal terjadi.
setelah beberapa saat asyik mengepel sambil tak ayal berkelakar dengan si adek nomor 2, gue menyadari ternyata yang ikut membereskan teras nggak hanya papa, mama, om gue, dan si bungsu, tapi juga om azwardi -yang lebih dikenal sebagai Icuik- tetangga belakang rumah. wah, baik bener si om ini! gue mengintip dari jendela ruang tamu dan menyaksikan kesemrawutan yang terjadi di gang kecil depan rumah gue! oh no baby, banjir man!
tetangga depan rumah gue yang merupakan pengusaha kacangan -jual kacang maksudnya- kurang beruntung. gerobak - gerobak untuk jualan kacang dengan tergesa-gesa diungsikan ke tempat yang lebih aman. rumah mereka pun dimasuki air cukup dalam. mungkin mencapai ketinggian betis orang dewasa. lumayan repot, kan? gue mau nggak mau ikut prihatin...
nah setelah ruang tamu mulai kering, gue dan orang serumah mulai inspeksi mendadak ke sepanjang gang. Ya Allah, ternyata banyak banget yang rumahnya tergenang air sampai setinggi pinggang orang dewasa. kasihan banget mereka! bahkan mungkin malam ini mereka harus mengungsi. kasihan juga anak - anak mereka yang rata - rata masih seumuran odi, adik bungsu gue, yang harus sekolah keesokan paginya. ckckck, miris gue ngeliatnya. miris, Ya Allah...
gue seakan juga bisa merasakan kesedihan seorang teman dan tetangga yang rumahnya rubuh karena terpaan angin dan kuyupnya hujan. Ah, semoga dia nggak kenapa-napa! gue sempat ngeliat tetangga gue itu menangis di telepon genggam ketika ia menceritakan apa yang terjadi pada seseorang entah siapa di seberang telepon sana. Alhamdulillah... Allah masih sedikit lebih menyayangi keluarga gue. Puji syukur tiada terkira bagi-Mu, Ya Allah, Tuhan seru sekalian alam. Amiin...
hujan deras dan runtut kayak gini bukan yang pertama kali gue rasain. tapi yang kali ini beda. gue sedang menghabiskan waktu membaca novel baru gue, ehem, yang judulnya Bumi Cinta, karya terbarunya Kang Abik, ketika adek nomor 2 gue memanggil gue. ternyata dia sedang membantu mama ngeberesin ruang tamu yang udah dirembes sama air hujan. maka tanpa diminta pun gue turut membantu dan jadilah kami sekeluarga bahu membahu mengusir rembesan air hujan yang nyelonong di ruang tamu rumah gue. Alhamdulillah sofa dan semua barang di ruang tamu udah diungsiin ke ruang shalat. Alhamdulillah juga ruang tamu rumah gue yang merangkap garasi motor itu juga nggak terlalu banyak barangnya. mungkin karena nyokap udah ngewanti-wanti kalo banjir kayak gini bakal terjadi.
setelah beberapa saat asyik mengepel sambil tak ayal berkelakar dengan si adek nomor 2, gue menyadari ternyata yang ikut membereskan teras nggak hanya papa, mama, om gue, dan si bungsu, tapi juga om azwardi -yang lebih dikenal sebagai Icuik- tetangga belakang rumah. wah, baik bener si om ini! gue mengintip dari jendela ruang tamu dan menyaksikan kesemrawutan yang terjadi di gang kecil depan rumah gue! oh no baby, banjir man!
tetangga depan rumah gue yang merupakan pengusaha kacangan -jual kacang maksudnya- kurang beruntung. gerobak - gerobak untuk jualan kacang dengan tergesa-gesa diungsikan ke tempat yang lebih aman. rumah mereka pun dimasuki air cukup dalam. mungkin mencapai ketinggian betis orang dewasa. lumayan repot, kan? gue mau nggak mau ikut prihatin...
nah setelah ruang tamu mulai kering, gue dan orang serumah mulai inspeksi mendadak ke sepanjang gang. Ya Allah, ternyata banyak banget yang rumahnya tergenang air sampai setinggi pinggang orang dewasa. kasihan banget mereka! bahkan mungkin malam ini mereka harus mengungsi. kasihan juga anak - anak mereka yang rata - rata masih seumuran odi, adik bungsu gue, yang harus sekolah keesokan paginya. ckckck, miris gue ngeliatnya. miris, Ya Allah...
gue seakan juga bisa merasakan kesedihan seorang teman dan tetangga yang rumahnya rubuh karena terpaan angin dan kuyupnya hujan. Ah, semoga dia nggak kenapa-napa! gue sempat ngeliat tetangga gue itu menangis di telepon genggam ketika ia menceritakan apa yang terjadi pada seseorang entah siapa di seberang telepon sana. Alhamdulillah... Allah masih sedikit lebih menyayangi keluarga gue. Puji syukur tiada terkira bagi-Mu, Ya Allah, Tuhan seru sekalian alam. Amiin...
Langganan:
Postingan (Atom)