Minggu, Desember 29, 2013

khatam

"kakak, aku bosan dengan tampilan blogmu!"

maaf adik, aku sedang tidak banyak waktu untuk membenahi tampilan wadah tempat ku biasa mencurahkan hal yang sulit kuungkapkan pada orang lain ini.

"kakak, kemana lanjutan kisah-kisah yang dulu akan kau selesaikan katamu?"

maaf adik, beginilah kakakmu. selalu semangat di awal, lalu lupa akan alasan kenapa dulu aku semangat sekali ingin menyelesaikan segalanya. lalu saat aku buntu, aku malah lebih memilih untuk menyerah saja. dorongan itu hanya sesaat. kakakmu ini benar-benar sulit untuk serius dengan sesuatu yang dimulainya.

"kakak, kapan akan menamatkan daftar bacaanmu?"

maaf adik, membaca membuatku harus membayangkan apa yang difikirkan penulis. aku sedang malas untuk membayangkan keinginan-keinginan orang lain. karena sesungguhnya membayangkan keinginanku sendiri saja aku sulit.

"kakak, kali ini aku tidak akan bertanya. izinkan aku meminta. tolong, khatam-kan Alqur'an mu!"

... AKU PASTI AKAN MELAKUKANNYA!

(HATIKU-AKU)

dewasa

Hi there!

Kadang kita tidak banyak berpikir tentang kehidupan. Kita hanya menjalaninya tanpa peduli apa yang telah dan akan terjadi. Kita terlalu banyak tertawa, ada begitu banyak perasaan bahagia. Begitulah kita menikmati masa-masa muda kita.

Tapi kadang kehidupan tidak selalu seperti yang kita harapkan. Saat itulah yang menjadi saat – saat kita terlalu banyak berpikir tentang kehidupan. Saat kita mulai menimbang-nimbang apa yang telah dan akan teradi. Saat kita mulai menyadari bahwa dunia ini tidak cukup untuk dihiasi hanya dengan tawa, kadang kita harus menangis untuk mengetahui bahwa ada akhir yang indah telah menanti di ujung sana. Kadang kita harus marah dan selalu menyalahkan bahwa kehidupan tidak adil membagi dukanya kepada kita. Begitulah kita tahu, bahwa jejak-jejak masa muda itu sedikit demi sedikit sudah menginggalkan kita. Begitulah kita tahu, inilah yang disebut-sebut kehidupan dan dunianya orang dewasa.


Lalu kita akan dituntut mencari jawaban atas semuanya. Selamat datang di kehidupan dimana di dunia sudah mulai terasa ada banyak tuntutannya.

Senin, November 18, 2013

fase

hi there!

ga tau nih kenapa gatal banget hari ini mau nge-post sebanyak-banyaknya. udah lama rasanya sejak terakhir kali gue bercuap-cuap secara normal di dunia per-blog-an. kalo diliat-liat posingan beberapa waktu lalu ini, kayanya gue lagi kesambet setan galau kali ya.. emang iya sih, gue emang lagi galau pake banget belakangan. hah... lumayan banyak mengeluh juga, dan agak kurang bersyukur juga. kembalikan hamba ke jalan yang benar Ya Allah... hmmm..

eh tapi emang iya lho, ga tau kenapa makin ke sini makin banyak aja pikiran dan akhirnya ya tumpahnya ke bentuk tulisan galau-galau itu.

FYI, gue dan temen-temen udah memasuki 'fase' itu. fase tahun akhir, euphoria mahasiswa tahun akhir. apa lagi coba? skripsi mameeeen... nah apalagi anak farmasi kaya gue, skripsinya itu pacaran sama penelitian atau bahasa kerennya research! tinggi banget bro istilahnya bro!! so, kalo ga ada penelitian ini, mau sampe nenek-nenek pun gue ga bakal tamat-tamat dari farmasi. aaargh!! no no no!!!

itu dia salah satu kegalauan terbesar gue belakangan selain galauan lain juga masih datang silih berganti, sampe mau nangis darah rasanya mikirin yang satu ini. untuk sekarang si doi skripsi dan penelitian ini prioritas gue mameeen! kalo junior pada nge-cie-cie-in gue dan temen-temen yang udah mulai sibuk mau penelitian, nah kita yang ngejalanin malah pada kaya orang kebakaran jenggot. ckckck..

"mau penelitian bidang apa?"
"mau dibimbing sama dosen siapa?"
"harus ya ada penelitian?"

pertanyaan-pertanyaan kaya gitu mulai timbul dan efeknya luar biasa, bisa bikin kita rajin ibadah salah satunya ^^v

bismillah...
dan gue akhirnya memilih. hati ini jatuh pada bidang Kimia Bahan Alam Kelautan.

semoga bisa menjadi awal untuk akhir yang indah bagi masa-masa S1 gue. Aamiin, In Shaa Allah :')

sepatu

hi there!

bukankah kita terlalu dekat untuk dikatakan orang asing?
tapi lalu mengapa kita terlalu jauh untuk dapat saling mengerti?

hari ini aku baru sadar akan banyak hal
ternyata aku bukan teman yang baik untuk tau hari kelulusanmu
ternyata aku terlalu berharap tentang kau akan mengingat hari ulangtahunku.

mungkin benar bahwa selama ini aku menganggap kita sebagai sepatu,
analogi terindah untuk menggambarkan kisah yang rumit,
yang dilarikkan ke dalam lagu kesayanganku.

tapi sepertinya aku perlu melewatkan bagian terpentingnya,
bahwa 'kita sadar ingin bersama, tapi tak bisa apa-apa',
karena jelas kalimat itu tidak pernah ada.

ternyata kau memang senang berlari kencang,
lalu aku kelelahan.
ternyata kau memang tak masalah bila terkena hujan,
lalu aku kedinginan.

selalu bersama, tak bisa bersatu
analaogi terindah seperti sepasang sepatu.


Sepatu - Tulus

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

**
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Cinta memang banyak bentuknya

Mungkin tak semua bisa bersatu

mungkin

mungkin...

mungkin hari ini kita melihat hal yang paling mengerikan,
mungkin hari ini kita mendengar kabar yang paling menakutkan,
mungkin hari ini kita merasakan sesuatu yang paling menyesakkan,

tidak mengapa.

karena setelah hari ini kita tidak akan takut lagi.
karena setelah hari ini kita akan bangkit.
lebih berani,
lebih kuat,

karena masa depan bisa saja lebih indah jika kita mau merencanakannya,
dan jika Allah menghendakinya,
In shaa Allah.

Kamis, Oktober 31, 2013

selalu

hi there

kamu selalu begitu.
datang dengan ke'biasa'an-mu.
membuat aku tersipu.
menggantungkan harapan dengan malu-malu.
membalas setiap pesan dengan rindu.

lalu kamu juga selalu begitu.
pergi dengan ke'biasa'an-mu.
membuat aku terpaku.
tanpa harapan, aku bisu.
tanpa balasan, aku pilu.

Minggu, Oktober 20, 2013

Walau Hanya Ada Aku

“Tuh kan, di novel aja cowok-cowok pada seneng sama cewek cerewet kok, cewek yang independen, cewek yang bisa dengan jelas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Bukan cewek kelemer-kelemer kaya tipe cowok kebanyakan yang aku temuin di sekitar kita! Dasar payah!”

Seorang gadis tampak terlalu menggebu-menggebu meluapkan pendapatnya. Pemuda di sebelahnya hanya geleng-geleng kepala mendengar opini dangkal sahabatnya itu.

“Emang dasar kamu aja cewek tukang ngayal!” cetusnya.

“Heh! Jangan asal nuduh gitu, dong!”

Pemuda itu tersenyum melihat wajah cemberut sahabatnya. Puas karena berhasil menyulut amarahnya, sehingga gadis itu mulai memperlihatkan ekspresi merungut yang terlihat lucu di matanya. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain berhasil membuat sahabatnya ini marah dan mengeluarkan ekspresi layaknya anak kecil yang dicuekin. Menggemaskan!

“Kenapa sih kamu malah senyum-senyum gitu?”

Pemuda itu mendekati sahabatnya. Meletakkan tangannya di puncak kepala gadis itu, menggerak-gerakkannya perlahan-lahan dan mulai mengacak-acak rambutnya. Gadis itu diam saja diperlakukan begitu oleh sahabatnya. Seolah hal itu memang biasa diterimanya, seolah hanya dengan begitu kemarahannya dapat diredakan, seolah semua itu dapat menenangkannya. Pemuda tersenyum lagi sembari terus memandangi sahabatnya.

“Terus kenapa emangnya kalo mereka suka cewek pendiam? Terus kenapa emangnya kalo mereka payah, suka jaga image, dan sejuta kebodohan lainnya kalo kamu memiliki aku?”

Gadis itu masih diam. Masih menunggu penjelasan pemuda itu. Masih menatap sahabatnya. Saling tatap, saling mengerti.

“Tidak cukupkah hanya ada aku yang akan selalu menyukai tipe gadis semacam itu, yang cerewet, independen, dan bisa dengan jelas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan? Menyukai kamu? Masih kurang kah?”


Gadis itu menggeleng. Keduanya lalu tersenyum pelan, masih saling menatap, saling mengerti, saling menyukai![]