Hi there!
Heihooooow.... Yellow September!!
Please be nice :)
Please... Bring my mr.9thmonth back ;)
Hahahaha
Hi there!
Heihooooow.... Yellow September!!
Please be nice :)
Please... Bring my mr.9thmonth back ;)
Hahahaha
Hi there! Malam ini lagi lagi postingan gue isinya lirik lagu yang merupakan ost. masih dari film yang sama dengan postingan sebelumnya. Yoi, Perahu Kertas.
Ga usah ditanya, gue emang lagi lagi tergila - gila sama ost. Perahu Kertas yang emang dari segi musik dan liriknya oke punya kalo menurut gue sih...
Kali ini lagu pamungkas lah kalo menurut gue. Lagunya diciptain sendiri sama mba Dee, si empunya Perahu Kertas alias authornya.
Check this out...
Perahu Kertas by: Maudy Ayunda (Kugy)
Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di
dunia
Dan kau ada di antara milyaran
manusia
Dan ku bisa dengan radarku
menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
halangi rasaku
Cintaku padamu
Entah ada kaitannya sama suasana hati gue belakangan *ecieee*, lagu ini masih jadi favorit playlist gue dalan seminggu ini. Wew...
Jakarta, 25 April 2007
Tuhan...
Kenapa aku harus melihatnya tersakiti sebegitu banyak karena aku?
Kenapa aku harus melihatnya menangis karena aku?
Kenapa kami tidak dapat bersama?
Dan...
Kenapa aku memimpikan itu tadi semua?
Tuhan...
Engkau yang tahu betapa aku sangat merindukannya saat ini...
Dari,
Pelangi
Hi thereeee! Happy 'eid mubarrak everyoooone!!!! So happy.. So feel victory!
Baru sempat posting di hari kedua ini setelah seharian kemaren sesibukan sungkeman dan silaturahmi ke rumah sodara sodara. Yaaah walopun lebaran tahun ini ga serame tahun kemaren karena kebanyakan sodara pada mudik.
Anyway... Animo masyarakat *cailah* kalo di hari raya itu harus pake pakaian yang serba baru. Dari kepala sampe kaki semuanya baru. Termasuk nyokap sama adek gue sendiri siiih... Hahaha maklum awam! Jadilah gue sama uti, adek gue, dipelototin kesel sama si mamah setelah ketauan cuma pake baju kaos plus celana pendek untuk pergi shalat id. Plis deeeeh maaaam... Yang penting kan kita luarnya pake mukena nan putih dan wangi ke masjid. Emang urgensinya pake baju baru apaan sih?
Di masjid sembari mengumandangkan takbir gue mulai memperhatikan sekitar. Amit amit astaghfirullah bukannya mau bergosip atau apa ya.. Gue takjub ngeliat ibu ibu ini pada menyingkap sebagian mukenanya dan keliatanlah baju baru itu beserta ga lupa emas emas yang pada bergantungan. Ga mau suuzhon sih kita kan sebenernya ga tau maksud sebenarnya itu apa.. Tapi menurut gue ga pentinglah mengingat ga semua juga bisa pake baju baru boro boro punya emas.
Yang penting di hari yang fitri kita bisa ngerasa menang. Ngerasa bersih seperti lahir kembali. Trus ngerasa haru saat sugkeman sama siapa aja. Ya ga? Selamat hari rayaaaa... :))
Hi there! Udah malam nih... Waktunya galau. Hahaha ngaco! Teori dari mana?
Anyway, sebenarnya gue tidak terlalu setuju dan suka dengan orang yang manjadikan dunia maya sebagai tempat curhat. Dan sejujurnya... Curhat di dunia maya is really not my style. Tapi, berhubung gue melakukannya di blog sendiri yang sebenarnya juga meruakan situs pribadi gue jadi ga papa juga kali ya kalo gue sekali kali curhat di sini? *what? Sekali kali? Jadi yg kemaren kemaren itu apa qaqanyaaaaah?* :p
Waktu gue kecil gue sangatsenang diperhatikan. Hingga remaja gue selalu ingin menjadi pusat perhatian. Gue memegang prinsip apapun yang gue lakukan harus dapat menjadi perhatian bagi orang lain juga, terutama orang orang terdekat gue. Tidak hanya diperhatikan... Gue juga selalu ingin dimengerti.
Di saat gue mulai beranjak dewasa, gue mulai tau dan mau belajar bahwa semua yg terjadi dalam hidup kita ini seharusnya tidak satu arah saja. Melainkan harus ada timbal baliknya. Feedback, mungkin istilah kerennya. Jika ingib diperhatikan maka sebelumnya kita harus terlebih dahulu memperhatikan. Jika ingin dimengerti kita harus lebih dulu untuk mengerti.
Tapi di saat egois, terkadang gue sendiri ragu apakah gue sudah bersikap dewasa atau yang keluar justru sikap kekanakan gue? Sementara gue sangat membenci diposisikan ke dalam rasa bersalah. Kenapa gue harus mengerti sementara gue tidak pernah dimengerti? Kenapa gue harus perhatian sementara gue sendiri tudak pernah merasa diperhatikan? Pernakah kalian, anyone, gue tidak akan menyebut oknumnya, bertanya bagaimana selama ini gue menjalani kehidupan di tengah kesendirian gue di lingkungan yang baru bahkan setelah kita berpisah? Pernah memikirkan bagaimana gue merasa harys di terima di lingkungan gue yang baru?
Lalu ketika gue bertemu orang orang baru bukan berarti gue membuang yang lama. Kenapa gue selalu disudutkan? Mungkin gue begitu karena gue terbiasa sendiri. Terbiasa membaurkan diri di lingkungan baru. Terbiasa membiarkan diri gue tidak terikat dalam keramaian. Lalu kenapa gue menjadi salah karena itu?
Seharusnya di saat gue merasa seperti itu ada yang merangkul. Ajakan itu sejujurnya juga sangat gue butuhkan. Gue tidak mau hanya mencari, tapi juga dicari. Bukan hanya mendekati tapi juga didekati.
Sincerelly,
Masih dengan penuh cinta...
_E_